UM Pontianak Hadiri Pertemuan APPTI

SURABAYA – Dalam rangka peningkatan kualitas manajemen Penerbitan buku-buku perguruan tinggi. Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Pontianak menghadiri pertemuan Asosiasi Penerbit Perguruan Tinggi Indonesia (APPTI), Surabaya (25/9) bertempat di Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Ketua LPPI UM Pontianak, Fenni Supriadi, S.E., M.M., saat sesi kegiatan, mengatakan pertemuan ini dilakukan dalam rangka silaturahmi dan sharing knowledge dengan berbagai Anggota Penerbit Perguruan Tinggi Se-Indonesia serta membahas isu-isu fundamental yang juga akan dibahas saat Munas di Manado, Jumat (1/11). “Kita berharap koordinasi melalui asosiasi ini dapat terus ditingkatkan sehingga kedepan kita bisa mengakomodir isu-isu bersama dalam meningkatkan kualitas manajemen penerbitan buku-buku perguruan tinggi”. ungkapnya.

Kegiatan yang digelar diisi dengan pelatihan manajemen dan pemasaran buku cetak digital, pelatihan skill (layout, cover, desain artistik, indeks buku, glosarium, pembuatan daftar pustaka secara otomatis), manajemen editing, gaya selingkung, plagiasi, serta standar buku ilmiah dan fiksi. Kegiatan juga membahas mengenai masalah pembajakan buku yang semakin marak dan merugikan penulis.

Pendampingan dan Percepatan Akreditasi Jurnal UM Pontianak

PONTIANAK – Dalam rangka Percepatan Akreditasi Jurnal Ilmiah Elektronik di lingkungan Universitas Muhammadiyah (UM) Pontianak. Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) UM Pontianak melakukan pendampingan jurnal-jurnal yang ada di institusi, Kamis (10/10) bertempat di Aula lantai 3 Gedung Universitas Muhammadiyah Pontianak.
Hadir sebagai narasumber kegiatan, Ketua LPPI, Fenni Supriadi, S.E., M.M. yang langsung memberikan materi percepatan akreditasi sekaligus pendampingan dan bedah jurnal agar siap melakukan submit di portal Akreditasi Jurnal Nasional (ARJUNA).

“LPPI terus Mensupport dan memotivasi para pengelola jurnal untuk meningkatkan kualitas penerbitannya. Salah satunya melalui pendampingan ini diharapkan bisa lebih banyak jurnal di UM Pontianak yang bisa terakreditasi. Alhamdulillah saat ini sudah 7 (Tujuh) Jurnal yang telah terakreditasi. Insha Allah kedepan bisa bertambah”. Ungkapnya.

Peserta dalam kegiatan percepatan dan pendampingan ini diikuti 17 pengelola jurnal dari berbagai prodi/fakultas/lembaga UM Pontianak diantaranya dari Fakultas Agama Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Teknik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Prodi Hukum serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. (Redaksi)

File Presentasi Workshop bisa di-unduh di sini : 

Sosialisasi Rancangan Peraturan Pemerintah Pelaksana UU No. 13 Tahun 2018

PONTIANAK – Dalam rangka peningkatan kualitas manajemen penerbitan buku perguruan tinggi dan upaya menselaraskan dengan aturan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) bagi Penerbit dan Produsen Rekaman. Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Pontianak mengikuti kegiatan Sosialiasi Undang-undang Nomor 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam, Kamis (12/9) bertempat di Grand Mahkota Hotel Pontianak.

Kegiatan yang digelar merupakan kerjasama antara Perpusnas dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Kalimantan Barat. Koordinator Bidang Penerbitan LPPI UM Pontianak, Ari Sunandar, S.Pd., M.Si., saat sesi kegiatan, mengatakan pertemuan ini dilakukan sebagai upaya dalam meningkatan kualitas manajemen penerbitan buku perguruan tinggi di institusi. “Terkait Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam, tentunya kita mendukung dan menselaraskan dengan aturan Perpustakaan Nasional (Perpusnas)”. ungkapnya.
Kegiatan yang digelar juga diisi dengan diskusi mengenai Rancangan Peraturan Pemerintah Pelaksana UU No. 13 Tahun 2018, Pembangunan E-Deposit dan Sosialisasi International Standar Book Number (ISBN).

Pedoman Akreditasi Jurnal Ilmiah 2018

Teknologi informasi dan komunikasi yang terus berkembang berdampak pula pada pengelolaan dan penerbitan jurnal ilmiah yang semula tercetak dengan proses cukup lama, kini menjadi lebih cepat dengan proses secara elektronik. Pengiriman, penyuntingan, penelaahan, dan penerbitan naskah karya ilmiah dilaksanakan dalam suatu sistem aplikasi yang dinamakan jurnal ilmiah elektronik (e-journal).