UM Pontianak Hadiri Pertemuan APPTI

SURABAYA – Dalam rangka peningkatan kualitas manajemen Penerbitan buku-buku perguruan tinggi. Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Pontianak menghadiri pertemuan Asosiasi Penerbit Perguruan Tinggi Indonesia (APPTI), Surabaya (25/9) bertempat di Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Ketua LPPI UM Pontianak, Fenni Supriadi, S.E., M.M., saat sesi kegiatan, mengatakan pertemuan ini dilakukan dalam rangka silaturahmi dan sharing knowledge dengan berbagai Anggota Penerbit Perguruan Tinggi Se-Indonesia serta membahas isu-isu fundamental yang juga akan dibahas saat Munas di Manado, Jumat (1/11). “Kita berharap koordinasi melalui asosiasi ini dapat terus ditingkatkan sehingga kedepan kita bisa mengakomodir isu-isu bersama dalam meningkatkan kualitas manajemen penerbitan buku-buku perguruan tinggi”. ungkapnya.

Kegiatan yang digelar diisi dengan pelatihan manajemen dan pemasaran buku cetak digital, pelatihan skill (layout, cover, desain artistik, indeks buku, glosarium, pembuatan daftar pustaka secara otomatis), manajemen editing, gaya selingkung, plagiasi, serta standar buku ilmiah dan fiksi. Kegiatan juga membahas mengenai masalah pembajakan buku yang semakin marak dan merugikan penulis.

Sosialisasi Rancangan Peraturan Pemerintah Pelaksana UU No. 13 Tahun 2018

PONTIANAK – Dalam rangka peningkatan kualitas manajemen penerbitan buku perguruan tinggi dan upaya menselaraskan dengan aturan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) bagi Penerbit dan Produsen Rekaman. Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Pontianak mengikuti kegiatan Sosialiasi Undang-undang Nomor 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam, Kamis (12/9) bertempat di Grand Mahkota Hotel Pontianak.

Kegiatan yang digelar merupakan kerjasama antara Perpusnas dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Kalimantan Barat. Koordinator Bidang Penerbitan LPPI UM Pontianak, Ari Sunandar, S.Pd., M.Si., saat sesi kegiatan, mengatakan pertemuan ini dilakukan sebagai upaya dalam meningkatan kualitas manajemen penerbitan buku perguruan tinggi di institusi. “Terkait Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam, tentunya kita mendukung dan menselaraskan dengan aturan Perpustakaan Nasional (Perpusnas)”. ungkapnya.
Kegiatan yang digelar juga diisi dengan diskusi mengenai Rancangan Peraturan Pemerintah Pelaksana UU No. 13 Tahun 2018, Pembangunan E-Deposit dan Sosialisasi International Standar Book Number (ISBN).

PROGRAM INSENTIF BUKU AJAR TERBIT TAHUN 2017 RISTEKDIKTI

Program Insentif Buku Ajar Terbit Perguruan Tinggi merupakan salah satu program yang dikelola oleh Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi tahun anggaran 2017.

Program ini terbuka bagi dosen dari berbagai bidang ilmu yang telah menerbitkan buku ajar untuk perguruan tinggi yang diturunkan dari pengalaman penelitiannya. Tidak sedikit jumlah dosen Indonesia yang berpengalaman dalam melakukan penelitian yang berhasil.

Selengkapnya